Sabtu, 12 Februari 2011

Berdasarkan hasil wawancara penulis diperoleh data sebagai berikut cara mengatasi permasalahan yang dihadapi guru dalam pelaksanaan belajar aktif di Pondok Pesantren Nurul Kholik Baturaja Bungin OKU Timur
1. Dalam belajar aktif semua siswa dikondisikan untuk terlibat langsung secara aktif dalam semua kegiatan pembelajaran.
Dengan kondisi ini, siswa dituntut kemandiriannya untuk mengalami sendiri objek dan peristiwa yang dipelajari sambil berinteraksi, berkomunikasi, dan melakukan refleksi dalam setiap kegiatan pembelajaran. Tanggung jawab belajar ada pada pundak siswa dan peran guru hanya sebatas pemerkasa kondisi belajar.
Pada dasarnya anak memiliki imajinasi dan sifat ingin tahu. Semua anak terlahir dengan membawa dua potensi ini. Keduanya merupakan modal dasar bagi berkembangnya sikap/pikiran kritis dan kreatif. Oleh karenanya, kegiatan pembelajaran perlu dijadikan lahan yang kita olah agar menjadi tempat yang subur bagi perkembangan kedua potensi anugerah Tuhan itu. Suasana pembelajaran yang diiringi dengan pujian guru terhadap hasil karya siswa, yang disertai pertanyaan guru yang menantang dan dorongan agar siswa melakukan percobaan, misalnya, merupakan pembelajaran yang baik untuk mengembangkan potensi siswa.
2. Mengenal siswa secara perorangan
Para siswa berasal dari lingkungan keluarga yang bervariasi dan memiliki kemampuan yang berbeda . Dalam belajar aktif perbedaan individual perlu diperhatikan dan harus tecermin dalam kegiatan pembelajaran. Semua siswa dalam kelas tidak selalu mengerjakan kegiatan yang sama, melainkan berbeda sesuai dengan kecepatan belajarnya. Siswa yang memiliki kemampuan lebih dapat dimanfaatkan untuk membantu temannya yang lemah dengan cara ”tutor”. Dengan mengenal kemampuan siswa, apabila ia mendapat kesulitan kita dapat membantunya sehingga belajar siswa tersebut menjadi optimal.
3. Memanfaatkan perilaku siswa dalam pengorganisasian belajar
Sebagai makhluk sosial, anak sejak kecil secara alami bermain berpasangan atau berkelompok dalam bermain. Perilaku ini dapat dimanfaatkan dalam pengorganisasian belajar. Dalam melakukan tugas atau membahas sesuatu, siswa dapat bekerja berpasangan atau dalam kelompok . Berdasarkan pengalaman, siswa akan menyelesaikan tugas dengan baik apabila mereka duduk berkelompok. Duduk seperti ini memudahkan mereka untuk berinteraksi dan bertukar pikiran. Namun demikian, siswa perlu juga menyelesaikan tugas secara perorangan agar bakat individunya berkembang.
Pada dasarnya belajar yang baik adalah memecahkan masalah karena dalam belajar sesungguhnya kita menghadapkan siswa pada masalah. Hal ini memerlukan kemampuan berpikir kritis dan kreatif. Kritis untuk menganalisis masalah dan kreatif untuk melahirkan alternatif pemecahan masalah.
Berpikir kritis dan kreatif berasal dari rasa ingin tahu dan imajinasi yang keduanya ada pada diri anak sejak lahir. Oleh karena itu, tugas guru adalah mengembangkannya, antara lain dengan sering memberikan tugas atau mengajukan pertanyaan terbuka dan memungkinkan siswa berpikir mencari alasan dan membuat analisis yang kritis.
4. Memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar
Lingkungan (fisik, sosial, dan budaya) merupakan sumber yang sarat dengan bahan belajar siswa. Lingkungan dapat berperan sebagai media belajar dan objek kajian (sumber belajar). Penggunaan lingkungan sebagai sumber belajar sering membuat siswa merasa senang dalam belajar . Belajar dengan menggunakan lingkungan tidak selalu harus di luar kelas. Bahan dari lingkungan dapat dibawa ke ruang kelas untuk menghemat biaya dan waktu. Pemanfaatan lingkungan dapat mengembangkan sejumlah keterampilan seperti mengamati (dengan seluruh indera), mencatat, merumuskan pertanyaan, mengklasifikasi, membuat tulisan, dan membuat gambar.
Mutu hasil belajar akan meningkat apabila terjadi interaksi dalam belajar. Pemberian umpan balik (feedback) dari guru kepada siswa merupakan salah satu bentuk interaksi antara guru dan siswa . Umpan balik hendaknya lebih banyak mengungkapkan kekuatan daripada kelemahan siswa. Selain itu, cara memberikan umpan balik pun harus secara santun. Hal ini dimaksudkan agar siswa lebih percaya diri dalam menghadapi tugas-tugas belajar selanjutnya. Guru harus konsisten memeriksa hasil pekerjaan siswa dan memberikan komentar dan catatan. Catatan guru berkaitan dengan pekerjaan siswa lebih bermakna bagi pengembangan diri siswa daripada hanya sekedar angka.

Minggu, 06 Februari 2011

Kesimpulan

BAB V


KESIMPULAN



A. Kesimpulan
Dari pemaparan, hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa :
1. Bagaimana pelaksanaan belajar aktif pada pelajaran bahasa Arab di Pondok Pesantren Nurul Kholik Baturaja Bungin Oku Selatan adalah 1). Pembelajaran diskusi kelompok, 2). Penyusunan Lembar Kerja Siswa, dan 3). Penyediaan Media Pengajaran.
2. Permasalahan yang dihadapi Siswa Dalam Pelaksanaan Belajar Aktif pada Pelajaran Bahasa Arab di Pondok Pesantren Nurul Kholik Baturaja Bungin Oku Timur adalah 1). Terbatasnya waktu jam pertemuan, 2). Tidak Ada Perbedaan Antara Aktif Fisik dengan Aktif Mental, dan 3). Beberapa murid yang tidak menyenangi pelajaran bahasa Arab.
3. Bagaimana cara mengatasi permasalahan yang dihadapi guru dalam pelaksanaan belajar aktif di Pondok Pesantren Nurul Kholik Baturaja Bungin OKU Timur adalah 1). Dalam belajar aktif semua siswa dikondisikan untuk terlibat langsung secara aktif dalam semua kegiatan pembelajaran, 2). Mengenal siswa secara perorangan, 3). Memanfaatkan perilaku siswa dalam pengorganisasian belajar, dan 4). Memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar.

B. Saran-saran
Berdasarkan hasil penelitian ini, maka diajukan beberapa saran untuk disampaikan kepada pihak-pihak terkait:
1. Kepala sekolah perlu memberikan motivasi dan dukungan kepada guru mata pelajaran bahasa Arab untuk memiliki wawasan yang luas.
2. Semua guru mata pelajaran bahasa Arab perlu memiliki pemahaman, kemampuan dan pengetahuan yang luas dengan memiliki pemahaman, kemampuan dan pengetahuan itu guru dapat meningkatkan proses pembelajaran di dalam kelas.
3. Kepada Perguruan Tinggi sebagai produsen guru agama dalam hal ini Fakultas Tarbiyah IAIN, hendaknya meningkatkan pola pendidikan bagi calon guru agama itu dalam segala hal, baik penguasaan pengetahuan, penguasaan metodologi maupun penguasaan keterampilan.
Secara akademik kiranya hasil penelitian ini dapat menjadi bahan rujukan dalam melakukan penelitian lebih lanjut dan dapat menjadi bahan untuk pengembangan keilmuan.

Kamis, 13 Januari 2011

Betapa banyak kaum muslimin yang lebih ridha menyisihkan waktunya, menghabiskan uangnya untuk kursus, membeli buku nya, mengikuti tes-tes nya untuk bahasa inggris tetapi di saat yang sama tak ada waktu, tak punya uang, tak ada buku, tak ada tempat belajar yang dekat, sudah terlalu tua, untuk bahasa arab. Layakkah kita memperlakukan dunia kita begitu istimewa dan melupakan bagian akhirat kita?

Allah Subhanhu wa ta’ala berfirman:

“Sesungguhnya Kami menurunkan al-Qur’an dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya.” [Yusuf: 2]

Dia juga berfirman, “Sesungguhnya Kami menjadikan al-Qur’an dalam bahasa Arab supaya kamu memahami(nya).” [Zukhruf: 3]

Al Qur’an diturunkan dalam bahasa Arab, maka untuk memahaminya tentu diperlukan kemampuan bahasa Arab. Dalam hal ini, mempelajari bahasa Arab adalah sesuatu yang sudah tidak bisa ditawar-tawar lagi karena tidak mungkin kita bisa memahami al-Qur’an dengan baik tanpa pemahaman bahasa Arab yang baik pula. Itu sebabnya Umar bin Khaththab radhiallahu ‘anhu berkata, “Pelajarilah bahasa arab, sesungguhnya ia bagian dari agama kalian.” (Iqitdha)

‘Umar radhiallahu ‘anhu juga mengingatkan para sahabatnya yang bergaul bersama orang asing untuk tidak melalaikan bahasa arab. Ia menulis surat kepada Abu Musa al-Asy’ari, “Adapun setelah itu, pelajarilah Sunnah dan pelajarilah bahasa arab, i’rablah al-Qur’an karena dia (al-Qur’an) dari Arab.” (Iqtidho, Ibnu Taimiyah, dikutip dari majalah Al-Furqon)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Bahasa arab itu termasuk bagian dari agama, sedangkan mempelajarinya adalah wajib, karena memahami Al-Quran dan As-Sunnah itu wajib. Tidaklah seseorang bisa memahami keduanya kecuali dengan bahasa arab. Dan tidaklah kewajiban itu sempurna kecuali dengannya (mempalajari bahasa arab), maka ia (mempelajari bahasa arab) menjadi wajib. Mempelajari bahasa arab, diantaranya ada yang fardhu ‘ain, dan adakalanya fardhu kifayah.” (Iqtidho, Ibnu Taimiyah 1/527 dikutip dari majalah Al-Furqon)

Imam Syafi’i rohimahulloh berkata, “Manusia tidaklah menjadi bodoh dan berselisih kecuali ketika meninggalkan bahasa Arab dan cenderung kepada bahasa Aristoteles (bahasa orang barat).” [Siyaru A’lamin Nubala, 10/74]

Ada riwayat yang menyatakan bahwa Rasulullah bersabda:

“Cintailah bahasa Arab karena tiga hal; Karena aku adalah orang Arab, Al-Qur’an itu berbahasa Arab dan ucapan penduduk sorga adalah Bahasa Arab”. (HR. Hakim, Thabarani dan Baihaqi)

Kalau hadits ini bisa dijadikan sandaran, maka benar adanya bahwa bahasa yang akan digunakan di sorga nanti adalah Bahasa Arab. Namun banyak para Ahli Hadits yang menilai hadits ini dha’if bahkan sampai ke tingkat hadits Maudhu’ (palsu) karena ada perawi hadits ini yang dianggap lemah dan bahkan pembohong. Imam Dzahabi menyebutkan dalam ringkasan kitab al-Mustadrak : Saya kira hadits ini lemah”. Ibnu Al-Jauzi menyebutkan hadits ini dalam kita al-Maudhu’at (kumpulan hadits-hadits palsu)

Namun demikian Bahasa Arab adalah Bahasa termulia karena dia adalah Bahasa Al-Qur’anul Karim, Bahasa yang digunakan untuk kitab termulia. Sebagai penutup, perhatikanlah perkataan Allah berikut:

“Sesungguhnya Kami mudahkan al-Qur’an dengan bahasamu supaya mereka mendapat pelajaran.” [Ad-Dukhon: 58

Sabtu, 08 Januari 2011

الفكرة الكلية و التقليبات
التقليبات لغة التحويلات ويقصد بها المعنى العام الذي تدور حوله المفردات التى تتألف من حروف واحدة بغض النظر عن ترتيبها, والخليل ابن أحمد أول من نبه الأذهان الى هذه الظاهرة اللغوية فى كتابه "العين" وربما استشعر الفكرة الكلية للمادة اللغوية مع مقلوباتها فجمعها فى نطاق واحد. وبعبارة أخرى تلاقى معانى البناء الواحد مهما اختلفت أوضاع حروفه بتقديم بعضها على بعض.إلا أن الصلة بين هذه المعانى وبين معنى الرئيسى قد يبدو واضحا للناظر فى هذه المعانى. وتارة يحتاج إلى إعمال فكرة وسعة حيلة حتى يدرك المتأمل الصلة بين المعانى. ويوضح لنا صدق هذه النظرية عرض لنماذج من مواد اللغة مع مقلوباتها لنتعرف من خلالها على هذه الظاهرة اللغوية:
١- مادة "عقل" و مقلوباتها تدور حول فكرة كلية هى "الاستمساك والتحصن". ومن ذلك : "العقل نقض الجهل, لأنه يستمسك بالمعرفة ويتحصن بها من الجهل. والمعقول : ما تعقله فى فؤادك, فيستقر فيه ويستمسك به. "وعقل المعنوه ونحوه والصبى:إذا أدرك وزكا", وفى ذلك معنى التحصن بالعقل والاستمساك بالإدراك والعمل على إزكائه وتنميته. "وعقلت البعير عقلا شددت يده بالعقال أى الرباط", فقد حصنته بالرباط المشدود على يده فلايفلت, "والعقال: صدقة عام من الإبل", وفى ذلك حصانة للمال المتصدق منه فيباركة الله وينميه وحصانة للفقير يتحصن بها من المسغبة فيستمسك المجتمع الإسلامى ويشد بعضه بعضا وفى الحديث "حصنوا أموالكم بالزكاة وداووا مرضاكم بالصدقة."والعقيلة" المرأة المخدرة المحبوسة فى بيتها فقد تحصنت بخدرها من الابتذال واستمسكت بعفتها حتى لاتخدش. "وعقل القتيل عقلا أى وديته من القرابه لا من القاتل".فقد تحصن القاتل بقبيلته أو عائلته ولجأ فتماسكنت وتجمعت قي وقت الشدة وفي ذلك مافيه من الترابط الأسرى وحقن الدماء وإزالة العداء, ومنه "المعقل" وهو الحصن .
ومن مقلوبه"علق" والعلق الدم الجامد قبل أن يتيبس والعطعه علق وفي التنزيل الحكيم "ثم كان علقة فخلق فسوى" فقد تحصنت واستمسكت بجدر رحم أمها بإذن ربها, فتبارك الله أحسن الخالقين "والعلوق" : المرأة التى لاتحب غير زوجها, فقد عفت نفسهابه وتحصنت بوفأئهاله واستمسكت فأصبح حبها خالصلة مقصورا عليه لايتعداه إلى غيره"والعلق" المال الذي يكرم عليك تضن به وإذا عز على الإنسان ماله بخل به واستغنى واستمسك به فلا يطلقه واتخذ من خزائنه حصناله فتحصن بها فلا يكاد يفارقها.
والعلاقة : ماتعلقت به من صناعة أو صنيعة أو معيشة معتمدا عليه.
وإذا اعتمد الإنسان-بعد الله-على ذلك واستمسك به حصن حياته وأمنها "ومعلاق الرجل" : لسانه إذا كان بليغا,فقد تحصن بالبلاغة لسانه فحسن بيانه واستمسك به من العى والفهاهه."والمعلاق": ماعلق من العنب ونحوه" فكأنه تحصن بما يعلق عليه واستمسك به فلا يسقط على الأرض.
"والعليق" : القضيم إذا علق من الدابة", وإذا علق على الدابة بما يقضم من فول أو شعير قويت واشتدت وتماسكت وتحصن به من الكلل والملل فيما تقوم به من أعمال شاقة.
"وكل شئ يتبلغ به فهو علقة و فى الحديث : و تجتزئ بالعلقة أى تكتفى بالبلغة من الطعام" وإذا ماتبلغ الإنسان بشيء من الطعام وتصبر تماسك واشتد وتحصن به من قسوة الجوع "والعليق" : نبات أخضر يتعلق بالشجر ويلتوى عليه فيثنية" فكأنه رغبة فى الحياة يلجأ إلى الأشجار ويتثبت بها ويستمسك لتأمين حياته.
ومن مقلوبه "قعل" ومنه "القعال ما تناثر عن نور العنب...... الواحدة قعالة" فإن العنب حين يتشكل فى عنقوده حبايكون متمسكا به متحصنا فيه فلا تنثر حباته "وأقعل النور : إذا انشق عن قعالته" أى عن أكمامه إذا تفتح الزهر فانه يظل متمسكا بالأصل الذى انشق عنه متحصنا فيه" والاقتال : أخذك ذلك عن الشجر في يدك إذا استنفضته" فقبل نفضه كان متمكنا في مكانه متمسكا بشجرته متحصنابها" والمعقل". السهم الذى لم يبر بريا جيدا ", فإذا لم يبر السهم جيدا فلا يزال متحصنا فى أصله متمسكابه. "والإقعال الإنتصاب فى الركوب" وهو دليل الاستمساك والحصانة والأمان من السقوط.
ومن مقلوبه "قلع" ومنه : قلعت الشجرة واقتلعتها فانقلعت" وإقلاعها أمارة تشبها بالأرض واستمساكها بها "ورجل قلع لا يثبت على السرج" فقد حاول الإستمساك والتحصن به ولكنه أخفق "والمقلوع : الأمير المعزول" فهو قبل أن يعزل كان متشبثا بمنصبه متمسكابه متحصنا فيه حتى أرغم على التخلى عنه. "والقلعة من الحصون : ما يبنى منها على شغف الجبال الممتنعة" سميت بذلك لاستمساكها بالجبل وامتناعها على من يريدها بأذى فيأمنها الناس ويلجأون ويتحصنون فيها. ومنه "أقلع فلان عن شرب الخمر" إذا كف عنها فلا يشربها فقد تحصن بعزيمته القوية واستمسك بما عاهد عليه الله فتاب عليه ربه وهداه وصرفه عنها. ومنه : "أقلعت الطائرة" إذا طارت فى الجو فلولا تماسك أجزائها و خلوها من الأعطاب و تحصينها بما يكفيها من الوقود و وجود من يقودها لولا ذلك لما تحقق لها الطيران.
ومن مقلوبه :"لعق" و منه: اللعوق : اسم كل شئ يلعق من حلاوة أو رواء "فقد كان متمسكا (....) متحصنا فيه قبل لعقه ومنه "الملعلقة" , سميت بذلك لأن مايؤكل بها يعلق فيها ويستمسك و يتحصن من السقوط والتنائر على المائدة حتى يصل إلى فم آكله, "واللعاق" : بقية ما بقي في فمك مما ابتلعت" فكأن هذه البقية الباقية مما ابتلعت تأبى أن تفارق الفم وتلتصق به و تستمسك وتتحصن فيه وربما احتاج الآكل إلى الماء لإنزالها.
ومن مقلوبه "لقع" ومنه "لقعت الشئ": رميت به, ولا شك أن ذلك يستدعى الإمساك بما يرمى به وتحصينه بالتصويب الدقيق حتى يصيب هدفه فلا يخطئه بل يستمسك به ومنه ايضا : "لقعه بعينه" أصابه بها, فكأن العين الحاسدة أمسكت بالمحسود فلم تفلته و تحصنت بتمنى زوال نعمته فـأصابت هدفها.وصدق الله العظم إذيقول : "ومن شر حاسد إذا حسد".

٢. مادة "جر" ومقلوبها "رج" فكرتها الكلية "التحرك و الا هتزاز"
٣. مادة "دق" ومقلوبها "قد" فكرتها الكلية "الفصل"
٤. مادة "جبر" وما تصرف منها على طريق القلب تدور حول فكرة, "القوة والشدة", منها : "جبرت العظم والفقير" إذا قويتها وشددت منهما, "والجبر" الملك لقوته و تقويته لغيره ومنها: "رجل مجرب" (إذا حنكته التجارب فقوى واشتد) ومنه "الجراب" لأنه يحفظ ما فيها و إذا حفظ الشئ وروعى اشتد و قوى. ومنه "البرج" لقوته فى نفسه وقوة مايليه به وكذلك "البرج" لنقاء بياض العين وصفاء سوادها هو قوة أمرها.... ومنها "رجبت الرجل" إذا عظمته وقريت أمره , ومنه "رجب" لتعظيمهم إياه عن القتال فيه و إذا أكرمت النخلة على أهلها فمالت دعموها "بالرجبة" وهو شئ تسند إليه لتقوى به ,"والراجبة" أحد فصوص الأصابع وهي مقوية لها, ومنها "الرباجى" وهو الرجل يفخر بأكثر من فعله قال: "وتلقاه رباجيا فحورا" تأويله أنه يعظم نفسه ويقوى أمره.
٥. مادة "قسو" وما اشتق منها على سبيل القلب فكرتها ا الكليمة "القوة والاجتماع" ومنها "القسوة" وهى شدة القلب واجتماعه... ومنها "القوس" لشدتها واجتماع طرفيها ومنها "الوقس" لا ببتداء الجرب لأنه يجمع الجلد ويقحلة ومنها "الوسق" للحمل وذلك لا جتماعه وشدته ومنه : لستوسق الأمر أى اجتمع "والليل و مام وسق" أى جمع ومنها "السوق" وذلك لأنه استحثاث وجمع للسوق بعضه إلى بعض ومنها : "السوق" وهو مكان اجتماع المتعاملين بيعا و شراء
٦. مادة "عجل" وتقلباتها فكرتها الكلية التى تدور حولها هى "الحث والسرعة" ومن ذلك : "أعجلته وعجلته أى كلفته أن يعجل" ففى التكليف حث له على السرعة والإنجاز, "والعجلة" : المنجنون يستقى عليها" فكأن الساقى يستحثها أن تسرع حتى ينتهى من سقياه", "والإعجالة : مايعجله الراعى من اللبن إلى أهله قبل الحلب" سميت بذلك لأنها تتم على عجل" والعجول من الإبل : التى فقدت ولدها قالت الخنساء : فما عجول على بوتطيف به قد ساعدتها على التحتان أظار, سميت بذلك لقلقها على فقيدها فهى تتعجل التفرس فى وجوه أقرانه علها تجده و فى الذكر الحكيم "وخلق الإنسان عجولا" أى متسرعا والله أعلم.
"و العاجلة" : الدنيا" سميت بذلك لا نقضاء أيامها بسرعة وفى ذلك حث للإنسان على التزود من الطاعة والخير قبل انقضاء الأجل.
ومن مقلوبه "علج" ومنه العلج : حمار الوحش لا ستعلاج خلقه أى غلظه وإذا كان كذلك تباطأ فى مشيته واحتاج لمن يستحثة على أن يخف ويسرع."والعلاج" : مزاولة كل شئ ومعالجته" وفى ذلك حفز للهمم وحث لها على الإسراع فى إنجازه , وعالجت فلانا فعلجته إذا غلبته وفى ذلك مافيه من استجماع القوة وحفزها لقهر خصمها بسرعة واعتلج القوم : اتخذو أصراعا وقتالا وفى المصارعة والمقاتلة استنفار واستنهاض للعزائم وإسراع فى الطعان والنزال واعتلاج الأمواج : تلاطمها فكأنها تسرع ليلحق بعضها تعض فتتلاقى وتتلاطم
ومن مقلوبه "جعل" والجعل : ما جعلت لإنسان أجزاله على عمل يعمله ولا شك أن الأجز المحزى حافز للإنسان على الإتقان فى العمل والإسراع فى إنجازه والجعال والجعالة : خرقة تنزل بها القدر من رأس النار يتقى بها الحر سميت بذلك لأن ماسكها يسرع بها فى إنزال القدر فلا تصله حرارتها
ومنه مقلوبه "جلع" ومنه المجالعة التنازع عند شرب أو قمار او قسمة مال قال الشاعر : "ولا فاحش عند الشراب مجالع".وواضح مافيه من التدافع والتسارع وربها التصارع وما يصبه ذلك ممن حث بعضهم لبعض على لهدوه والسكينة
ومن مقلوبه "لعج" ومنه "لعج الحزن استمر فى القلب", وفى استمراره حث للقلب على بقاء ذكرى ما يحزن ماثلة أمام العين فلا ينمحى مهما تتابعت الأيام وأسرعت.
٧. مادة "قول" فهى ما تصرف منها على طريق القلب تدور حول فكرة كلية واحدة هى الخفة والحركة
ومن هذا الباب "القول" وذلك أن الفم واللسان يخفان له (ويتحركان)... ومنه .... القلو : حما الوحش وذلك لخفته وإسراعه.... ومنه ,الوقل للوعل وذلك لحركته وقالوا : توقل فى الجبل إذا صعد فىه وذلك لا يكون إلا مع الحركة والاعتمال ومنه ولق يلق إذا أسرع ومنه اللوفة : الزبدة وذلك لخفتها وإسرع جركتها . ومنه اللقوة للعقاب قيل لها ذلك لخفتها وسرعة طيرانها.
٨. مادة "ركب" وتقلباتها فكرتها الكلمة "بذل الجهد" وهذا المعنى العام ملخوظ فى "ركب" فقيه جهد فى الركوب وفى ربك بذل للجهد حتى يتخلص الإنسان مما يركبه وفى "كرب" ومنه الكرب وهو الهم وفيه بذل الجهد للسيطرة على الأعصاب وفى "كبر" بذل مجهود أيضا ومنه تكبر إذا تعاظم وفيه بذل الجهيد ليبدو أمام الناس كبيرا وفي برك الجمل إذا أناخه فاستناخ بذل جهد أيضا ومن مقلوبه : بكر إلى عمله إذا ذهب إليه فى الصباح الباكر وفى ذلك طاقة وجهد.
فمن النظر فى المواد السابقة يظهر لنا صدق هذه النظرية, إلا أننا لا نتمكن من الحكم باطراد هذه النظرية لأن بعض المواد لا يمكن أن يتحقق فيها ذلك التناسب. وكما أن هناك بعض المواد لا يرد فيها تقلبات إطلاقا, مثل "د ح ض" لأن هذا لا يتصرف بتقديم أو تأخير لأنه لم يرد عن العرب شيء من ذلك.
وينبغى أن يعلم أن أخذ الفكرة الكلية وانسحابها على المادة اللغوية وما تفرع منها من صيغ فى هذا الباب وماسبقه "أمر اجتهادي" بحث لا يوقف فيه عند حد المسموع عن فقهاء اللغة بل للباحث أن يجتهد فى استنباط الفكرة المناسبة التى تكون قاسما مشتركا بين المادة اللغوية وما اشتق منها من صيغ. وفضل الله ليس مقصورا على أولئك الأولين.

المراجع
ابن جنى, أبوالفتح عثمان ,الخصائص, دار الكتب المصرية
الفراهيدى, خليل ابن أحمد, كتاب العين, دار الكتب العلمية, بيروت
عبد الرحمن, شعبان عبد العظيم,الدكتور, قطوف من فقه العربية
نجا, إبراهيم محمد,الدكتور, الوجيز فى فقه اللغة العربية

Selasa, 04 Januari 2011

Surat Rasulullah SAW

Surat Rasulullah SAW Untuk Raja2


Semua surat surat Nabi saw yang dikirim kepada raja dan penguasa dunia disambut dengan baik dan sangat dihargai sekali oleh mereka kecuali surat beliau yang dikirim kepada Kisra atau Khosrau II (Penguasa Persia). setibanya surat beliau dan sehabis dibaca surat beliau dirobek robek oleh Khosrau. Rasulallah berdoa: “Ya Allah robek robeklah kerajaannya”.

Kalau kita membaca isi surat surat Nabi saw yang dikirim untuk penguasa penguasa dunia kita bisa lihat dengan jelas bahwa Rasulallah saw adalah seseorang yang ahli berdeplomasi dan sangat pintar bersiasat. Kita bisa lihat bahwa beliau sangat menghargai dan memuliakan kedudukan mereka sebagai penguasa dunia.

Di bawah ini terlampir 4 surat Nabi saw:

1- Surat Nabi saw untuk Raja Negus (Penguasa Ethiopia)

Isi surat:

Dari Muhammad utusan Islam untuk An-Najasyi, penguasa Abyssinia (Ethiopia). Salam bagimu, sesungguhnya aku bersyukur kepada Allah yang tidak ada Tuhan kecuali Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan keamanan, Yang Maha Memelihara, dan aku bersaksi bahwa Isa putra Maryam adalah ruh dari Allah yang diciptakan dengan kalimat Nya yang disampaikan Nya kepada Maryam yang terpilih, baik dan terpelihara. Maka ia hamil kemudian diciptakan Isa dengan tiupan ruh dari-Nya sebagaimana diciptakan Adam dari tanah dengan tangan Nya. Sesungguhnya aku mengajakmu ke jalan Allah. Dan aku telah sampaikan dan menasihatimu maka terimalah nasihatku. Dan salam bagi yang mengikuti petunjuk.

2- Surat Nabi saw untuk Raja Heraclius (Kaisar Romawi)

Isi surat:

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Dari Muhammad utusan Allah untuk Heraclius Kaisar Romawi yang agung. Salam bagi siapa yang mengikuti petunjuk. Salain dari pada itu, sesungguhnya aku mengajak kamu untuk memeluk Islam. Masuklah kamu ke agama Islam maka kamu akan selamat dan peluklah agama Islam maka Allah memberikan pahalah bagimu dua kali dan jika kamu berpaling maka kamu akan menanggung dosa orang orang Romawi. “Katakanlah: Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatu pun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”. Al-Imron 64

3- Surat Nabi saw untuk Raja Khosrau II (Penguasa Persia)

Isi surat:

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Dari Muhammad utusan Allah untuk Khosrau, penguasa Persia yang agung. Salam bagi orang yang mengikuti petunjuk, beriman kepada Allah dan RasulNya, dan bagi orang yang bersaksi bahwa tidak ada Tuhan kecuali Allah, Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan bagi yang bersaksi bawha Muhammad itu hamba Nya dan utusan Nya. Aku mengajakmu kepada panggilan Allah sesungguhnya aku adalah utusan Allah bagi seluruh manusia supaya aku memberi peringatan kepada orang-orang yang hidup (hatinya) dan supaya pastilah (ketetapan azab) terhadap orang-orang kafir. Peluklah agama Islam maka kamu akan selamat. Jika kamu menolak maka kamu akan menanggung dosa orang orang Majusi.

4- Surat Nabi saw untuk Al-Muqawqis (Penguasa Mesir)

Isi surat:

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Dari Muhammad bin Abdullah utusan Allah, untuk al-Muqawqis penguasa Mesir yang agung. Salam bagi siapa yang mengikuti petunjuk. Selain dari pada itu, aku mengajakmu kepada panggilan Allah. Peluklah agama Islam maka kamu akan selamat dan Allah akan memberikan bagimu pahala dua kali. Jika kamu berpaling maka kamu akan menanggung dosa penduduk Mesir.“.

Setelah al-Muqawqis membaca surat Nabi saw, ia membalas surat beliau dan memberikam kepada beliau dua hadiah. Hadiah pertama berupa dua budak belian bernama Maria binti Syamu’n al-Qibthiyyah yang dimerdekakan Nabi saw dan menjadi istri beliau, darinya Rasulallah saw mendapatkan seorang anak yang diberi nama Ibrahim (wafat semasih kecil), nama ini diambil dari nama kakek beliau Nabi Ibrahim as. Dan budak kedua adiknya sendiri Sirin binti Syamu’n Al-Qibthiyyah yang dikawini Hassan bin stabit ra, sastrawan unggul pada zaman Nabi saw. Hadiah kedua berupa kuda untuk tunggangan beliau.

Walau’alam

Minggu, 26 Desember 2010

Bahasa Arab

Bahasa Arab (اللغة العربية al-lughah al-‘Arabīyyah, atau secara ringkas عربي ‘Arabī) adalah salah satu bahasa Semitik Tengah, yang termasuk dalam rumpun bahasa semitik dan berkerabat dengan bahasa ibrani danbahada-bahasa Neo Irami. Bahasa Arab memiliki lebih banyak penutur daripada bahasa-bahasa lainnya dalam rumpun bahasa Semitik. Ia dituturkan oleh lebih dari 280 juta orang sebagai bahasa pertama , yang mana sebagian besar tinggal di Timur Tengah dan Afrika Utama . Bahasa ini adalah bahasa resmi dari 25 negara, dan merupakan bahasa peribadatan dalam Islam karena merupakan bahasa yang dipakai oleh Al-Quran . Berdasarkan penyebaran geografisnya, bahasa Arab percakapan memiliki banyak variasi (dialek), beberapa dialeknya bahkan tidak dapat saling mengerti satu sama lain. Bahasa Arab modern telah diklasifikasikan sebagai satu makrobahasa dengan 27 sub-bahasa. Bahasa Arab Baku (kadang-kadang disebut Bahasa Arab Sastra) diajarkan secara luas di sekolah dan universitas, serta digunakan di tempat kerja, pemerintahan, dan media massa.

Bahasa Arab Baku berasal dari Bahasa Arab Klasik, satu-satunya anggota rumpun bahasa Arab Utara Kuna yang saat ini masih digunakan, sebagaimana terlihat dalam inskripai peninggalan Arab pra-Islam yang berasal dari abad ke-4. Bahasa Arab Klasik juga telah menjadi bahasa kesusasteraan dan bahasa peribadatan Islam sejak lebih kurang abad ke-6. Abjad Arab ditulis dari kanan ke kiri.

Bahasa Arab telah memberi banyak kosakata kepada bahasa lain dari dunia Islam, sama seperti peranan Latin kepada kebanyakan bahasa Eropa. Semasa Abad Pertengahan bahasa Arab juga merupakan alat utama budaya, terutamanya dalam sains, matematik dan filsafah, yang menyebabkan banyak bahasa Eropa turut meminjam banyak kosakata dari bahasa Arab.

Pengaruh Bahasa Arab Terhadap Bahasa Lain

Di antara fenomena bahasa ialah bahasa bisa mempengaruhi bahasa lain karena kebutuhan untuk membaur atau bergaul dan juga penutur bahasa tersebut berkuasa. Bahasa Arab sangat mempengaruhi bahasa lain, karena tempat yang memakai bahasa ini merupakan pusat berkumpulnya banyak manusia dan banyak negara yang telah dikuasai setelah Islam muncul . sebagian contohnya adalah kata-kata Inggris diserap dari bahasa Arab seperti "gula" (sukkar), "kapas" (quṭn) atau kata-kata lain yang sangat terkenal misalnya "alkohol", "aljabar" dan "zenith".